Membuat
Mesin Virtual di VirtualBox
Untuk membuat mesin virtual (virtual
machine atau guest machine) di VirtualBox, kita harus menentukan sistem operasi
apa yang akan diinstall sebagai guest, serta mengetahui versi sistem operasi
yang akan diinstall, apakah versi 32-bit atau 64-bit. Setelah menentukan sistem
operasi dan versi yang akan digunakan, jalankan aplikasi VirtualBox untuk
memulai pembuatan mesin virtual baru.
Tekan tombol “New” atau pilih
menu Machine, kemudian item New untuk membuat guest machine
baru. Shortcut Ctrl-N (tekan tombol fungsi kontrol bersamaan dengan
menekan huruf N pada keyboard) juga dapat digunakan untuk pembuatan
mesin virtual baru.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Selanjutnya muncul jendela pop-up Create
Virtual Machine, yang berguna untuk label dan jenis serta versi sistem
operasi guest yang akan diinstall. Pada isian Name, tulis nama
sistem operasi guest yang akan diinstall. Nama sistem operasi guest
juga digunakan sebagai nama folder untuk lokasi file sistem operasi guest
(pada Windows 7 lokasi default folder mesin virtual adalah C:\Users\Account-Login\VirtualBox
VMs). bagian Type untuk jenis sistem operasi dan Version
untuk jenis dan versi sistem operasi yang akan diinstall.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Misalnya kita akan menginstall Linux
Mint 16 Petra versi 64-bit sebagai sistem operasi guest. Di bagian Name
kita dapat menulis Mint 16 Petra, atau isian lain yang kita inginkan. Untuk
bagian Type, disesuaikan dengan jenis sistem operasi guest yang
akan diinstall, yaitu “Linux”. Selanjutnya di bagian Version, pilih
jenis distro yang akan digunakan. Dikarenakan Linux Mint merupakan turunan dari
Ubuntu, maka kita dapat memilih Ubuntu untuk pilihan ini. Pastikan jenis distro
Linux Mint yang digunakan sesuai, apakah versi 32-bit atau 64-bit. Selanjutnya
tekan tombol Next.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Layar selanjutnya pengaturan jumlah
memori yang akan dialokasikan untuk mesin virtual dalam satuan Megabyte. Secara
otomatis, VirtualBox akan memberikan saran alokasi memori untuk sistem operasi yang
digunakan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Jika ingin melakukan perubahan,
isian maksimal ditunjukan oleh indikator warna hijau atau setengah dari total
jumlah memori komputer yang tersedia, agar sistem operasi utama tidak menjadi
terganggu. Selanjutnya tekan tombol Next.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Bagian selanjutnya adalah pengaturan
media penyimpanan (hard disk) yang akan digunakan mesin virtual. VirtualBox
memberikan rekomendasi kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat berdasarkan
jenis sistem operasi yang ditentukan sebelumnya. Kapasitas hard disk yang
disarankan tersebut dapat kita ganti sesuai kebutuhan kita.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Dalam pengaturan hard disk virtual, tersedia 3 (tiga)
opsi yang dapat digunakan:
1.
Do not add a virtual hard drive
Opsi ini digunakan untuk pengguna tingkat mahir,
karena hard disk virtual akan dibuat dalam pengaturan terpisah dan setelah
pembuatan mesin virtual selesai dilakukan.
2.
Create a virtual hard drive now
Opsi ini
digunakan untuk membuat hard disk virtual baru bersamaan dengan pembuatan mesin
virtual.
3.
Use an existing virtual hard drive
Gunakan opsi ini memilih hard disk virtual disk yang sudah ada.
4.
Pilih opsi Create a virtual hard
drive now karena kita akan langsung membuat hard disk virtual. Kemudian
tekan tombol Create.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Layar selanjutnya untuk menentukan
jenis (ekstensi) file hard disk virtual yang akan dibuat. Standarnya VirtualBox
menggunakan format file VDI (VirtualBox Disk Image) untuk penyimpanan
hard disk virtual.ron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin
Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
VirtualBox juga mendukung pembacaan
jenis file dari aplikasi-aplikasi virtual lainnya, seperti VMDK (Virtual
Machine Disk) yang merupakan format dari aplikasi virtual Vmware, VHD (Virtual
Hard Disk) format dari Microsoft Virtual PC, HDD (Parallels Hard
Disk) format aplikasi virtual dari Parallels atau format dari
aplikasi virtual QEMU.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Setelah menekan tombol Next, pengaturan selanjutnya untuk menentukan “bagaimana” hard disk virtual yang akan dibuat tersebut disimpan pada hard disk fisik (hard disk host).
Di bagian
ini tersedia 2 (dua) opsi yang dapat dipilih:
- Dynamically
allocated,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan berapa kapasitas hard disk virtual sudah terpakai dan tidak berdasarkan berapa ukuran hard disk virtual ditentukan. Kapasitas hard disk virtual akan dibatasi berdasarkan ukuran yang telah ditentukan. - Fixed
size,
Artinya kapasitas hard disk fisik akan digunakan berdasarkan ukuran kapasitas hard disk virtual dibuat, walaupun kapasitas hard disk virtual tersebut masih kosong atau belum digunakan.
Pilih opsi Dynamically
allocated, kemudian tekan tombol Next.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Layar selanjutnya berguna untuk
menentukan nama tampil dan nama folder tempat menyimpan file-file mesin virtual
yang akan kita buat. Kita juga dapat menempatkan file-file mesin virtual ke
dalam folder atau direktori yang sudah ada, atau pada hard disk lain yang
berbeda dengan hard disk yang digunakan oleh sistem operasi utama.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Di layar ini, kita juga dapat
merubah kapasitas hard disk virtual yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan
kita. Jika dalam langkah ke-6 kita memilih opsi Dynamically allocated,
maka kita dapat membuat ukuran hard disk virtual sampai 2 Terabyte, walaupun
hard disk fisik (utama) kita tidak mencapai ukuran 2 Terabyte. Namun, jika
kapasitas hard disk fisik kita dibawah 2 Terabyte, tentunya kapasitas hard disk
virtual yang dapat digunakan maksimal kapasitas hard disk fisik yang tersisa.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/
Tekan tombol Create untuk
membuat mesin virtual berdasarkan pengaturan yang telah dilakukan.Selesai
proses tersebut, maka kita akan mendapatkan sebuah mesin virtual dalam keadaan
kosong dan siap untuk diinstall dengan sistem operasi yang telah kita tentukan.
Sumber: Gufron Rajo Kaciak: Panduan Membuat Mesin Virtual di VirtualBox: http://dosen.gufron.com/tutorial/panduan-membuat-mesin-virtual-di-virtualbox/16/












Tidak ada komentar:
Posting Komentar